Apa perbedaan skripsi, tesis dan disertasi ?

Bagi para mahasiswa di Indonesia, terutama mahasiswa pascasarjana, pertanyaan seperti itu kerap muncul terutama ketika mereka akan melakukan riset atau menulis karya ilmiah dalam rangka penyelesaian tugas akhir mereka. Kebingungan biasanya muncul ketika dosen pembimbing atau supervisor atau promotor mereka mulai menanyakan, dimana posisi penelitian mereka dalam kerangka state of the art dari studi atau disiplin yang mereka geluti.

Kebingungan juga terjadi pada sebagian mahasiswa doktoral, ketika supervisor atau promotornya menanyakan hal yang sama. Mungkin kita heran, bagaimana bisa seorang kandidat doktor tidak bisa membedakan seperti apa karya tesis dan seperti apa karya disertasi ?  Tapi ternyata memang demikian adanya, masih banyak kandidat doktor yang belum memahami apa tujuan atau filosofi penyelenggaraan pendidikan tinggi, apa filosofi sarjana, pendidikan diploma/vocational, S-2 (master/magister) dan apa filosofi pendidikan doktoral.

Maka tak heran, apabila banyak orang berbondong-bondong melanjutkan pendidikan formalnya baik ke jenjang magister maupun doktor, sementara mereka tidak tahu untuk apa sesungguhnya mereka melakukan itu. Katakanlah, seorang pejabat di daerah, misalnya saja seorang bupati atau walikota, atau anggota DPRD atau mungkin camat, kemudian mereka menempuh pendidikan S-3. Sepanjang pengetahuan saya, ketika seseorang ingin menentukkan topik disertasi, maka ia harus benar-benar paham state of the art dari disiplin ilmu yang ia geluti ? Maksudnya adalah agar dengan disertasinya nanti ia dapat memberi kontribusi bagi pengembangan ilmunya tersebut, karena memang demikianlah seyogianya tugas seorang kandidat doktor. Sebagai konsekuensinya tentu ia harus membaca secara lengkap, text book dasar dan advance tentang disiplin ilmunya, serta membaca ratusan jurnal terbaru tentang disiplin ilmunya, sehingga ia memiliki peta yang jelas dan benar tentang perkembangan disiplin ilmunya. Tetapi saya ragu, kalau mayoritas contoh kasus pejabat tadi mau melakukan hal tersebut.

Bagi mereka, karena pemahamannya yang belum benar tentang filosofi penyelenggaraan pendidikan pascasarjana, membuat disertasi tidak ubahnya membuat skripsi sebagaimana yang pernah mereka lakukan dahulu (mungkin sudah puluhan atau belasan tahun yang lalu).  Maka tak heran apabila sangat sedikit karya ilmiah ilmuwan Indonesia yang dijadikan rujukan oleh komunitas ilmuwan dunia.

Tulisan ini akan memberikan sedikit pemahaman tentang apa sebenarnya tesis dan disertasi itu ? sehingga apabila seseorang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana, tidak bersikap asal-asalan atau “tanggung”. Dengan memahami apa itu tesis dan disertasi, serta apa perbedaannya dengan skripsi maka diharapkan akan lahir tesis-tesis atau disertasi-disertasi dari para pelajar Indonesia yang lebih mencerahkan lagi.

Perbedaan Tesis & Disertasi

Di bawah ini saya kutipkan salah satu pendapat tentang perbedaan tesis dan disertasi. Menurut salah satu pendapat Master’s Thesis adalah : You do a thorough research on a particular topic and present your discourse depending on what type of information you have collected on the subject with your views on it. Sementara PhD Thesis Dissertation: It requires your original research and adds something new to the existing literature. It usually takes many years to complete it.

Pendapat lain adalah bahwa kedua istilah itu dapat digunakan atau menggantikan satu dengan yang lainnya ( interchangeable.) Both are written discourses on a given subject. Thesis implies that original research is involved. Dissertation implies that you have looked into something and are setting down what you have found and are perhaps including your thoughts on it. Thus a Thesis is what you will write to obtain a higher degree, but a dissertation is more likely to be a small part of a first degree.

Yang lainnya: Dissertation and thesis are both used interchangeably. But they are not the same. For dissertations, one just has to collect matter from different reference materials and include ones opinions and arguments on it. But a thesis is much more than that. A thesis needs to be original research that one undertakes, though one is free to refer materials for that too.  This differentiation is used by universities around the world. In the US, a dissertation is the submission for the entire course while the thesis is for applying to masters program. In the UK, a thesis is for applying to M.Phil or Ph.D/doctoral degree while the dissertation is for some undergraduate project reports. Both types of academia based submissions require the students to extract data from all the reference material they have gathered and organize them into a neatly typed report. The typing work may take up a lot of time, if the student chooses to do it by himself. But to save time and utilize the time saved for more of research, it is advisable for students to go for Dissertation Transcription.

Terakhir: If you want to know more about dissertations and theses, you chose the right site. This article tells you about the main difference between a dissertation and thesis, which you should take into consideration.

Dissertations and theses are two types of academic writings, which should be performed by students in order to get a degree, and here is one main difference between a dissertation and thesis. A dissertation is a work, which should be performed in order to get a doctoral degree, and a thesis is a kind of work, which should be written by a student in order to get a master’s degree.

Different types of degrees require different academic writings: dissertations and theses are just for this. You should clearly understand the difference before you start writing a dissertation or thesis.

Dissertations and theses also differ in their manner of preparation. When you write your thesis project, it is possible to use someone’s research – you may study it and prove with some theoretical data, and as for a dissertation, it is necessary to make your own research. Only your research, based on your background knowledge, can be appropriate. So, try to be careful and attentive.

As you can see, it is impossible to say that a dissertation and thesis are synonyms from all sides. We can even say that one of these two notions stands a bit higher, it is a dissertation, and a thesis takes the lower rang.

The structure of dissertations and theses is the same: introductory, literary review, main body, conclusion, bibliography, and appendix. Well, may be it is necessary to put more efforts into writing a good dissertation, and a thesis can be an additional variant, which will take not much efforts, but still give you a chance to get a degree.

It is up to you what you choose: dissertation or thesis writing, now you know the differences and you are ready to make a choice.

About these ads

About Widya Setiabudi Sumadinata

I'am a lecturer at Department of International Relations, University of Padjadjaran, Bandung, Indonesia.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

7 Responses to Apa perbedaan skripsi, tesis dan disertasi ?

  1. darmawijaya says:

    jadi apa kesimpulannya pak? ada yang mengatakan sekripsi adalah deskripsi, thesis adalah eksplanasi dan desertasi adalah temuan>…

  2. sarah says:

    may you use indonesian lenguage

  3. wsetiabudi says:

    Dear Dan,

    Maaf jika saya belum “mereply” message Anda, karena saya agak kurang aktif membuka blog ini dan jarang melihat comments pengunjung. Mas Dan, Anda saya duga masih memiliki semangat muda, hingga sangat ekspresif menyampaikan kekesalan, tapi tidak apa-apa itu manusiawi.

    Baik, saya coba menjawab sepengetahuan saya. Di beberapa negara penamaan (nemenklatur) tesis dan disertasi sering digunakan silih berganti, maksud saya, apa yang biasa kta sebut sebagai disertasi dibeberapa negara disebut tesis juga. Mereka sebut sebagai tesis Ph.D misalnya.

    Agar tidak rancu, saya gunakan saja istilah yang ada di Indonesia, tesis untuk S2 dan disertasi untuk S3.
    Di beberapa negara, pendidikan setara undergraduate (bachelor) tidak menugaskan pembuatan tesis untuk tugas akhirnya, sementara di Indonesia jenjang sarjana (S1) yang disetarakan dengan bachelor itu sebagian besar mewajibkan menyusun skripsi yang kadang2 setara kesulitannya dengan tesis S2 atau disertasi S3.

    Gampangnya, bedanya di posisi atau letak dari kedalaman atau “pembangunan” teori yang dilakukan oleh si peneliti. Bagi mahasiswa pascasarjana, tesis atau disertasi harus melakukan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah dilakukan peneliti lain. Beberapa teman mengatakan bahwa S2 cukup melakukan modifikasi sementara S3 harus melakukan “inovasi” dan tidak harus “invention”.

    Misalnya, seseorang telah menulis penelitian tentang penggunaan metoda AHP dalam penentuan lokasi suatu pabrik. Lalu peneliti baru menulis tentang AHP juga dalam menentukan lokasi suatu pabrik, tetapi sekarang ia modifikasi metode AHP-nya dengan metode lain misalnya Borda. Jadi ada modifikasi.

    Sementara peneliti S3, tidak boleh sampai di situ, karena ia harus yakin bahwa topik yang ia teliti belum jenuh, artinya masih banuyak yang harus dikembangkan. Misalnya teori tentang lokasi itu udah banyak diteliti, jadi tidak ada lagi yang bisa diobangun dalam State of the Art-nya, maka ia harus cari topik lain, atau kalo memang ada yang benar2 belum dilakukan orang, misalnya menemukan berbagai kelemahan dari teori yang ada, dan mengemukakan teori atau metode baru.

    Mudah-mudahan membantu, dan belajarlah untuk tidak menjadi pemarah.

    Salam,

  4. dy.ana says:

    wah terima kasih sekali untuk bapa wsetiabudi deskripsinya yang sangat membantu..
    kebetulan saya mahasiswa MM yang sedang mencari2 rekomendasi untuk tesis saya yang rencananya akan mengkaji ttg manajemen pemasaran, karena selain saya sangat tertarik dengan manajemen pemasaran juga mungkin sedikit mencari pelarian dr konsentrasi ilmu saya saat S1 yaitu akuntansi..hehe..
    mudah2an bapa dapat membantu saya untuk menentukan kira2 topik apa yg menarik dan memiliki banyak referensi(sehingga lebih mudah)untuk seorang pemula spt saya di bidang manajemen..
    trima kasih pa..semoga manfaat dari komen bapa sangat berguna bagi kami semua..

  5. army128bit says:

    Slamat pagi pak…
    saya ingin bertanya, dan ini mungkin hanya masalah kecil. yang saya tanyakan adalah, kalu dibahasa inggris istilah untuk tugas akhir apa ya pak???
    karena saya ingin mencari referensi tugas akhir dari luar, akan tetapi saya bingung mencarinya.
    terimakasih sebelumnya.
    selamat pagi…

    • wsetiabudi says:

      Selamat pagi juga, semoga tetap semangat untuk mencari bahan untuk skripsinya.
      Umumnya di beberapa perguruan tinggi di luar negeri untuk tingkat undergraduate/bachelor/sarjana tidak membuat skripsi, tapi ada juga yang menulis skripsi.
      Namanya bisa thesis, tapi undergraduate thesis atau bachelot thesis.

      Gampangnya, cari di google, dengan clue: bachelor thesis, atau undergraduate thesis. Tetapi agar lebih mudah, coba dibuat pencariannya dengan lebih spesifik. Biasanya tesis yang fulltext diupload dalam format file pdf. Jadi batasi pencarian filenya hanya yang berjenis file pdf.

      Misalnya di google-nya ditulis seperti ini: bachelor thesis filetype:pdf atau undergraduate thesis filetype:pdf.
      Tetapi agar mendapat file yang lebih banyak cukup saja tuliskan thesis saja.
      Jangan lupa tulisan topik yang mau dicari, misalnya topik security studies. Maka dapat ditulis di mesin google seperti ini: security studies+thesis filetype:pdf

      Nah, semoga dapat membantu pencarian tesisnya ya.

      Salam

      Widya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s