Membaca Sapardi

Ada banyak penulis puisi Indonesia yang dapat menuliskan bait-bait puisi nan indah, tapi bagi saya Sapardi Djoko Darmono adalah “juaranya”. Sapardi menuliskan bait-bait puisi secara indah dan selalu menjadikan individu-individu merasakan sebagai aktor utama dari tema puisinya.

Saya kutipkan dua karya Sapardi yang amat saya kagumi dalam tulisan ini, untuk mengenangkan masa lalu dan masa kini.

Selamat menikmati,

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Dalam Kesyahduan

(Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmuSapardi Djoko Darmono)

I

Dan kucuri malam,
karena hadirmu, kini,
tersipu ku dalam diam, terpacu rasa bahagiaku,
mewangi kata dan elokku.

II

Dan kupingit malam,
mematri bayangmu dalam do’a-do’a panjangku
mentasbihkan namamu di tiap serpihan kata,
membiarkanmu merebahkan diri dalam dzikirku,
menghalau galau yang menawan jiwamu,
agar kilau,
senantiasa terpendar di beningnya matamu

III

Dan kujadikan malam sebagai kekasih,
mendekapnya mesra, kupuja, kurayu,
untuk merelakan tiap detiknya memanjang,
agar tak henti aku mengharap
nyenyaknya senyummu.

IV

Dan kuabadikan malam,
kubentangkan permadani langit,
hingga terpenjaralah kau dalam surga.

About Widya Setiabudi Sumadinata

I'am a lecturer at Department of International Relations, University of Padjadjaran, Bandung, Indonesia.
This entry was posted in Sastera. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s